Modernis.co, Jakarta – Penggunaan pemasaran digital pada era sekarang tidak hanya digunakan untuk produk tertentu saja . Tetapi produk makanan bisa menggunakan pemasaran digital sebagai sarana untuk meningkatkan penjualan produk . Strategi penentuan pemasaran sangat diperlukan karena bisa berpengaruh pada jumlah produk yang dijual . Apabila menentukan strategi pemasaran dilakukan dengan baik , maka banyak peluang yang bisa didapatkan untuk menaikan jumlah penjualan produk makanan .
Pemasaran secara digital bisa menjadi salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan oleh pelaku usaha UMKM yang baru menjalankan usahanya . Melihat banyak keuntungan serta manfaat dari pemasaran tersebut seharusnya membuat pelaku usaha bisa mengambil kesempatan dengan mempergunakannya . Bila di lihat sekarang , penggunaan platform digital pada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) telah mengalami peningkatan.
Hal tersebut bisa terjadi karena penggunaan media sosial yang tinggi sehingga meningkatkan transaksi penjualan pelaku usaha makanan. Bagi pelaku usaha yang baru menjalankan usaha nya pemasaran digital bisa di coba karna banyak manfaatnya. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mempromosikan penggunaan kembali pencapaian teknologi. Teknologi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap globalisasi.
Kata “globalisasi” berasal dari kata “global” yang berarti “dunia”. Salah satu cara berpikir globalisasi adalah sebagai proses asimilasi ke dalam komunitas dunia. Banyak orang menyadari banyak manfaat globalisasi, termasuk komunikasi yang lebih baik dan perjalanan yang lebih cepat.
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) saat ini menghadapi tantangan dari globalisasi, tetapi diluar hal tersebut ternyata UMKM dapat membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sekarang lebih mudah untuk menyebarkan informasi dalam ekonomi pasar bebas untuk membuat konsumen lebih sadar akan pilihan mereka atas barang dan jasa. Saat ini banyak UMKM yang memulai usahanya secara manual, baik tanpa menggunakan media sosial maupun menggunakan media sosial tetapi tidak terlalu aktif.
Banyak UMKM tidak terlalu memprioritaskan strategi dalam mencapai tujuan di media sosial dan UMKM akan mengalami penurunan pendapatan akibat jika UMKM tidak menggunakan strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan. Sebagai contoh , agar dapat dijadikan sebagai sarana pemasaran UMKM di kota Palembang yang memiliki beragam produk antara lain pakaian, makanan, kerajinan tangan, souvenir dan lain sebagainya, maka UMKM harus melihat berbagai potensi alternatif di media sosial.
Konsekuensinya, kebutuhan pemasaran melalui pemasaran digital mengikuti. Mengoptimalkan pemasaran digital merupakan salah satu tindakan yang dapat dilakukan pelaku UMKM, khususnya di bidang peningkatan pemasaran media sosial, periklanan online, pemasaran video, pemasaran mesin pencari dan pengelolaan situs web. Pelaku UMKM mengantisipasi untuk meningkatkan penjualan dan keterlibatan online sebagai hasil pemasaran digital untuk menumbuhkan usaha.
Chaffey (2002), digital marketing adalah penerapan teknologi digital yang membentuk online channel ke pasar (website, e-mail, data base, digital TV dan melalui berbagai inovasi terbaru lainnya termasuk didalamnya blog, feed, podcast, dan jejaring sosial) yang memberikan kontribusi terhadap kegiatan pemasaran.
Nadya (2016) menegaskan bahwa pemilihan media yang tepat dan kemajuan teknologi yang sejalan dengan tren perilaku konsumen di media elektronik dengan sendirinya menghasilkan opini yang menimbulkan pertimbangan bagi calon konsumen lain untuk melakukan pembelian . Salah satu produk yang sedang disukai saat ini atau diminati oleh masyarakat untuk mendongkrak penjualan adalah digital marketing.
Proses pemasaran menggunakan cara konvensial memerlukan biaya yang tinggi, seperti membuka cabang baru, berpartisipasi dalam pameran atau stand , memproduksi dan mendistribusikan brosur. Pertumbuhan internet memungkinkan untuk membuka model saluran pemasaran baru untuk produk UMKM. Selain relatif murah, penggunaan internet akan mempercepat dan menjangkau khalayak yang lebih luas untuk penyebaran informasi.
Memanfaatkan pemasaran digital dapat meningkatkan kapasitas produksi selain adanya pemasaran produk. Hal ini telah dibuktikan oleh Wibowo et al. (2020) dalam pelatihan dan pendampingan, menunjukkan bahwa strategi pemasaran berbasis digital marketing dapat meningkatkan output. Selain memperluas jangkauan pasar dan mengurangi biaya pemasaran, pemasaran digital memiliki manfaat tambahan berupa penyediaan ruang dan waktu yang tidak terbatas untuk pemasaran.
Selain itu, karena pemasaran digital bersifat real-time pemilik bisnis dapat dengan mudah melacak umpan balik dan minat pasar target serta membuat strategi untuk mengubah konten iklan guna mempercepat laju peningkatan. Revolusi industri keempat telah dimulai di Indonesia dan ditandai dengan fokus yang kuat pada aksesibilitas teknologi digital baru. UMKM dan semua sektor lainnya harus memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya. Demi mewujudkan revolusi industri keempat, UMKM harus mampu beradaptasi dengan lanskap industri yang terus berubah dan memanfaatkan tren pemasaran digital yang sedang berkembang.
Industri 4.0 meningkatkan persaingan dunia bisnis di era revolusi. Setiap UMKM yang diperjuangkan pasti memiliki potensi yang sangat besar tersebut, sehingga membutuhkan pelayanan khusus, peningkatan pendampingan dan pemberdayaan. Hal yang terpenting, UMKM dapat tumbuh efektif seiring dengan kemajuan teknologi dan industri yang sangat dinamis. Memanfaatkan alat digitalisasi seperti media sosial, pemasaran digital adalah jenis riset pasar dan proses promosi yang dimungkinkan oleh media digital online.
Pemasaran digital sering menggunakan media sosial, bisa disebut sebagai jejaring sosial. Berbagai jejaring sosial yang tersedia terkadang memiliki perbedaan. Ada situs jejaring sosial seperti Twitter dan Path dan beberapa, seperti LinkedIn yang sangat berguna untuk membuat dan memelihara koneksi. Selain itu, ada lebih banyak opsi untuk komunikasi pribadi, termasuk teks dan email. Mesin pencari yang didukung termasuk Google dan Yahoo. Selain itu, pelaku usaha dapat memanfaatkan website pribadi atau media blog.
Orang yang menggunakan platform media sosial terbuka seperti Instagram, Facebook, dan Tik Tok biasanya melakukannya karena ingin dunia tahu bahwa pengguna media sosial tersebut ada. Sebagai pengguna media sosial dapat berinteraksi secara bebas dan terbuka melalui media sosial , maka untuk itu perlu mencoba mengunakannya . Jika ingin terkenal, pengguna hanya memiliki begitu banyak postingan dan update status. UMKM kini harus efektif menggunakan internet sebagai bagian dari strategi pemasaran dan branding produk, menurut Puspayoga, Menteri Koperasi dan UKM.
Puspayoga menilai, peningkatan penjualan barang UMKM di internet akan berdampak pada peningkatan output dan produktivitas UMKM. UMKM akan berhasil dan berkembang dengan cepat jika pelaku usaha tersebut dapat secara efektif mengelola kesinambungan tantangan dan kualitas produk.
Pelaku UMKM harus terlebih dahulu memahami ide pemasaran digital sebelum mereka dapat menerapkannya, sehingga UMKM nantinya dapat berhasil dan benar menerapkan digital marketing. Hal tersebut menjadi masalah karena strategi pemasaran yang baik perlu didukung oleh iklan yang kuat. Karena kesadaran dan niat merupakan faktor kunci dalam keputusan pembelian, efektivitas iklan melampaui hanya mendorong orang untuk membeli produk dan termasuk faktor psikologis dan kognitif (Wibowo dan Haryokusumo, 2020:199).
Hasilnya, branding produk UMKM dapat dikembangkan sehingga dikenal di seluruh masyarakat (Jain, 2015: 2). Mulailah dengan menawarkan sosialisasi dan instruksi dalam pemasaran digital. Memberikan pelatihan tersebut, para pelaku UMKM dapat lebih memahami nilai pemasaran, menumbuhkan pengaruh UKM mereka, dan mempertahankan daya saing mereka. Melalui komunitas online, media sosial dapat membantu UMKM membangun hubungan jangka panjang dengan klien sehingga pelaku usaha dapat memantau dan memahami perilaku klien.
Penerapan Pemasaran Digital Dapat Meningkatkan Penjualan Produk Makanan UMKM
Kemajuan teknologi yang cepat dapat membantu ekspansi bisnis. Agar dapat menguasai pasar, salah satu taktiknya adalah dengan menggunakan digital marketing untuk mengkomunikasikan pemasaran produk. Pelaku usaha UMKM makanan utamanya mempromosikan dagangannya di platform media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook dan WhatsApp serta website e-commerce seperti GrabFood, ShopeeFood dan GoFood.
Instagram adalah aplikasi berbagi foto dan video yang memungkinkan pengguna mengambil gambar, merekam video menggunakan berbagai alat dan membagikannya di berbagai situs jejaring sosial, termasuk aplikasi itu sendiri. Fitur-fitur aplikasi Instagram seperti story, feed, reel, dan paid advertising (iklan) dapat digunakan untuk mempromosikan suatu produk.
Aplikasi TikTok berbeda, karena lebih fokus memposting video menghibur tentang produk yang dijual. Mirip dengan fitur TikTok, Instagram yang bisa digunakan untuk menarik calon pelanggan, TikTok merupakan aplikasi yang bisa digunakan untuk promosi produk. Selain itu, platform seperti Facebook dan WhatsApp dapat digunakan untuk mengiklankan barang yang sedang dijual. Biasanya, penjual menggunakan platform ini untuk memperkenalkan perusahaan mereka kepada teman terdekat dan calon pelanggan mereka. jadi begitulah Menerapkan strategi digital yang sesuai akan menguntungkan UMKM, membatalkan proses tersebut.
Berikut penjelasan bagaimana para pelaku UMKM makanan telah mengimplementasikan strategi pemasaran digitalnya:
(1) Menggunakan Media Sosial.
Media sosial adalah tempat yang tepat untuk memasarkan dan mempromosikan produk apa pun dengan benar, termasuk yang ada di industri makanan dan minuman. Selain kegunaan dan aksesibilitasnya, media.Saat ini, media sosial adalah alat lain untuk berkomunikasi. Oleh karena itu, para pelaku UMKM lebih memilih membuat akun media sosial untuk usahanya.
(2) Bekerja sama dengan jasa layanan pesan antar makanan.
Pilihan terbaik untuk mempromosikan bisnis yang akan dijalankan . Kebanyakan orang saat ini, khususnya ingin dibantu dan dilayani seefisien mungkin. Calon pelanggan akan direpotkan dan terpengaruh dalam keputusan pembelian konsumen , seperti halnya dengan layanan pesan antar untuk bisnis UMKM. Tunggu saja di rumah sampai pesanan diantar. Grabfood, GoFood dan ShopeeFood adalah tiga aplikasi layanan perpesanan yang sering digunakan oleh masyarakat umum. Banyaknya pengguna yang mengakses aplikasi tersebut, tentunya penjualan produk UMKM akan terpengaruh oleh pasokan makanan dan minuman yang disajikan.
(3) Membuat Konten yang Menarik.
Membuat kesan pertama yang baik pada calon pelanggan dengan memposting gambar dan video produk yang konsisten dan menarik juga akan menarik minat konsumen dan pada akhirnya memengaruhi keputusan konsumen untuk membeli. Di akun Instagram reel, feed dan instastory konten produk dapat diposting. Kemudian, konten video dengan berbagai keunikannya dapat diunggah ke media TikTok untuk menunjukkan keunggulan produk perusahaan kami. Misalnya, kita bisa mencari gambar produk makanan dan minuman yang menarik di Pinterest. Penggunaan hashtag, hypnowriting atau copywriting yang tepat serta penggunaan caption yang tepat, juga sangat berpengaruh dalam membantu calon konsumen menemukan produk.
(4) Daftarkan produk UMKM makanan dan minuman.
Di situs e-commerce populer, banyak digunakan dan dapat diakses publik seperti ShopeeFood, GrabFood dan GoFood. Upaya mempermudah calon pelanggan untuk menemukan makanan dan minuman yang enak. Alhasil perusahaan ternama yang menjual produk makanan dan minuman akan muncul di daftar pencarian.
- baca juga: Dampak Covid-19 Terhadap UMKM
(5) Posting komentar atau rekomendasi.
Menampilkan penilaian pelanggan dan rekomendasi dalam bentuk pujian atau kritik pujian, review juga harus disertakan dalam pemasaran online untuk menarik dan membujuk calon pelanggan. Rasa pujian yang nantinya akan meyakinkan calon pelanggan lain bahwa makanan dan minuman tersebut adalah kualitas terbaik dan paling enak. Agar pelaku usaha dapat melakukan perbaikan dan menetapkan tolok ukur peningkatan kualitas, kritik merupakan respon profesional terhadap keluhan konsumen.
(6) Jangan lupa untuk menawarkan promosi dan diskon kepada pelanggan.
Strategi ini tidak diragukan lagi merupakan cara terbaik untuk menarik pelanggan potensial ke produk yang disajikan . Strategi tersebut dapat digunakan dengan berbagai cara, seperti dengan memberikan diskon, gratis ongkos kirim atau dengan membeli beberapa barang untuk diberikan sebagai hadiah.
(7) Menjamin dan mempertahankan rasa.
Tanpa memperhatikan iklan atau tampilan luar, kualitas makanan atau minuman yang buruk akan mengakibatkan pembelian konsumen lebih sedikit. Jadi, salah satu fokus utamanya adalah pada rasa. Elemen kunci yang membutuhkan perhatian jika industri makanan dan minuman ingin maju. Untuk menjaga loyalitas pelanggan, gunakan bahan baku terbaik, lakukan uji rasa dan ulasan pelanggan, serta perkenalkan berbagai inovasi.
Kendala Pelaku UMKM dalam Mengimplementasikan Pemasaran Digital
Bahwa terdapat tantangan dalam menjalankan bisnis online, seperti kurangnya pemahaman tentang perdagangan online, maraknya kejahatan dunia maya, persaingan online yang ketat, akses internet yang terbatas dan masalah layanan pelanggan. Saat menerapkan pemasaran digital, UMKM menghadapi kesulitan. Kendalanya antara lain memproses nomor admin, keterlambatan pengiriman, penipuan transaksi dan koneksi internet yang tidak stabil.
Menurut penelitian (Ruth, 2013: 145), buruknya kualitas layanan dan jaringan internet di Indonesia berdampak negatif terhadap kemampuan implementasi digital marketing di beberapa daerah. Selain itu, pangsa pasar jasa pengiriman barang meningkat seiring dengan semakin banyaknya pelaku UMKM yang menggunakan digital marketing. Hal inilah yang menyebabkan tertundanya pengiriman produk ke pelanggan.
Selain itu, seiring kemajuan internet penipuan juga menyebar ke dunia perdagangan online. Penipuan ini sering dilakukan oleh individu yang menyamar sebagai penjual barang online selain calon pembeli yang hanya sekedar pembeli. (Sumartono dan Suhartanto. 2019:84). Keterbatasan modal yang dimiliki UMKM, serta minimnya pengetahuan promosi dan keterampilan wirausaha, menjadi kendala yang juga dihadapi UMKM.
Mayoritas UMKM yang beroperasi saat ini mengeluhkan kurangnya dana untuk ekspansi usaha. Hal tersebut bisa terjadi karna mungkin dana pinjaman yang tersedia tidak cukup. Kendala ini yang dihadapi adalah keterbatasan pemahaman UMKM mengenai promosi dan kewirausahaan online. Sebagian besar UMKM kekurangan strategi pemasaran yang efektif dan efisien untuk barang dan jasa mereka. UMKM yang menggunakan pemasaran online masih sangat sedikit yang tentunya menurunkan daya saingnya.
Dampak Pemasaran Digital dalam Peningkatan Penjualan Produk Makanan UMKM
Pemasaran digital telah menjadi alat populer yang digunakan oleh UMKM untuk meningkatkan penjualan lebih cepat. Hasil dari perkembangan teknologi, yang mengharuskan para pelaku UMKM untuk menggunakan beberapa aplikasi atau situs web pada sistem penjualan di wilayah di mana orang lebih sering memesan secara online untuk keperluan pribadi atau keperluan banyak orang.
Banyak pelaku UMKM merasa lebih baik tentang usahanya daripada sebelumnya, ketika pelaku usaha hanya menjual langsung secara online atau offline. Pelaku UMKM menyadari kontribusi signifikan media sosial terhadap perdagangan lokal, baik pembelian maupun penjualan. Permudah pelanggan untuk memilih produk yang ingin konsumen beli secara online tanpa harus berbicara dengan individu atau penjual secara langsung.
Bahkan jika konsumen melakukan pembelian langsung, barang yang tersedia lebih banyak dan dengan menggunakan pemasaran digital, penghasilan pelaku usaha akan meningkat. Meski media sosial belum dimanfaatkan secara maksimal, pelaku UMKM masih memanfaatkannya secara luas dan melalui digital marketing baik untuk transaksi maupun keperluan lainnya. Namun, karena teknologi telah maju dan lebih banyak aplikasi tersedia, pelaku usaha dapat mulai menggunakannya untuk kesuksesan dan untuk meningkatkan pendapatan para pelaku usaha.
Awalnya, hanya menggunakan chat atau pesan singkat, seperti WhatsApp untuk pemasaran dan berbisnis. Pelaku UMKM menggunakan WhatsApp untuk pemasaran dan penjualan. UMKM ingin mencoba berjualan melalui media atau aplikasi lain karena banyak aplikasi yang bisa dimanfaatkan dalam proses jual beli. Mungkin menggunakan aplikasi akan menghasilkan lebih banyak penjualan dan pendapatan dari sebelumnya.
Berkaitan dengan hal tersebut di atas, inilah manfaat media sosial yaitu dapat mempermudah masyarakat dalam menyebarkan informasi dengan cepat dan mudah antara lain ; menumbuhkan pergaulan, berbisnis dengan mudah serta dapat meningkatkan inovasi para pelaku bisnis makanan. Hal ini juga akan memberikan kontribusi terhadap perubahan sosial karena keberadaan media sosial terkadang membuat orang tidak dapat bersosialisasi secara langsung satu sama lain, yang menyebabkan sebagian orang menjadi anti sosial secara umum.
Upaya Pelaku UMKM dalam Menjalankan Pemasaran Digital Terhadap Peningkatan Penjualan
Saat ini sektor UMKM lebih ramai dari sebelumnya, dimulai dari penjualan barang-barang seperti makanan dan minuman. Namun, persaingan akan semakin ketat sehingga membutuhkan strategi UMKM yang terbaik. Saat ini, sebagian besar penjualan barang dan jasa dilakukan secara online. seperti beriklan di media sosial, situs web atau bentuk pemasaran digital lainnya.
- baca juga: UMKM Mampu Bangkit Pada Masa Pandemi
Penjualan produk akan menghadapi tantangan karena persaingan semakin ketat. Berikut upaya yang dilakukan pelaku UMKM dalam meningkatkan penjualan:
(a) Fokus Pada Target.
Salah satu syarat saat mencoba meningkatkan penjualan adalah berkonsentrasi pada tujuan pelaku usaha. Tentu target setiap produk atau bisnis akan berbeda-beda. Riset pasar sangat penting sebelum memilih target mana yang akan dikejar. Riset dapat dilakukan dari dua sudut nilai produk yang sudah dimiliki namun perlu ditingkatkan dan pasar.
(b) Produk yang lebih variatif.
Kunci keberhasilan UMKM mungkin terletak pada berbagai penawaran yang disediakan . Agar bisnis kecil berhasil, harus memberikan nilai lebih dari pesaing yang ada . Salah satu cara untuk melakukan ini adalah dengan menghasilkan berbagai macam produk.
(c) Memilih strategi pemasaran yang terbaik .
Memilih strategi pemasaran produk yang berhasil adalah strategi UMKM selanjutnya. Memastikan branding dapat, misalnya, berfungsi dengan baik dan meningkatkan kesadaran konsumen terhadap produk. Pemasaran digital adalah alat yang paling banyak digunakan UMKM saat ini. seperti iklan online di platform media sosial.
(d) Meningkatkan kualitas produk.
Kualitas produk yang monoton dapat semakin memajukan penurunan perusahaan Anda. UMKM juga harus melakukan inovasi produknya dengan berbagai cara. Mengetahui apa yang diinginkan konsumen adalah tempat yang baik untuk memulai, begitu juga dengan selera, desain, dan kemasan yang khas.
(e) Website sebagai alat pemasaran terbaik.
Cara paling efektif untuk menggunakan situs web selalu sebagai alat pemasaran. Proses branding yang lebih cepat mempermudah peningkatan penjualan produk. Fungsi website sebagai berikut;
(1) Sebagai strategi digital marketing terampuh.
Strategi pemasaran digital yang terkenal efektif adalah memiliki situs web. Terutama jika Anda ingin meningkatkan penjualan produk saat ini. Konten deskripsi produk dapat digunakan untuk mengisi website, membuat homepage dan membuat landing page.
(2) Memperluas dan memperkuat branding.
Strategi UMKM yang paling utama adalah mengembangkan dan memperkuat branding. Jika sudah memiliki situs web, semuanya mudah dilakukan.
(3) Memulai dan memilih domain yang tepat .
Strategi pemasaran yang paling efektif mungkin ditentukan oleh domain yang di pilih. Tentu saja, nama domain yang membangun merek untuk produk harus ada. Bisa memulai membangun situs web segera untuk meningkatkan penjualan produk yang akan di pasarkan.
(4) Untuk memperkenalkan katalog.
Keuntungan situs web ini adalah menawarkan daftar barang yang tersedia untuk dibeli. Strategi ini saat ini sedang digunakan oleh vendor UMKM dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap branding. Plus, pemasaran digital ini adalah cara cepat untuk memperluas jangkauan usaha para pelaku UMKM.
Pemilik UMKM harus beradaptasi karena kemajuan teknologi, khususnya dalam proses pemasaran. Selama ini, pemilik usaha UMKM hanya mempromosikan dari mulut ke mulut melalui cara-cara adat. Agar berinovasi dan menarik lebih banyak pelanggan, pertimbangkan beberapa solusi berikut:
(1) Membuat logo yang menarik. (2) Membuat akun sosial media seperti Instagram, untuk memperluas promosi. (3) Membuat postingan dengan foto yang menarik di sosial media dengan menambahkan hashtag, untuk menarik calon pembeli. (4) Membuat akun Google My Business, agar lokasi koordinat UMKM mudah dijangkau. (5) Membuat layanan pesan antar dengan bermitra lewat GoFood, GrabFood, ShopeeFood dan lain-lain.
Kesimpulan
Maka kesimpulan yang bisa diambil pada pembahasan yang sudah dijabarkan ialah bahwa penjual dan UMKM telah menggunakan pemasaran digital melalui media sosial sebagai alat pemasaran untuk meningkatkan pendapatan atau penjualan. Pemasaran digital membantu pelaku usaha UMKM meningkatkan pendapatan mereka secara signifikan dari sebelumnya, serta fakta bahwa konsumen sekarang dapat memilih produk atau makanan. Konsumen menginginkan tanpa benar – benar pergi ke pemukiman, membuktikan bahwa media sosial di dunia sekarang ini sebenarnya bermanfaat bagi masyarakat.
Banyak keuntungan yang bisa kita peroleh dengan menggunakan media sosial apabila mengaplikasikannya secara hati – hati dan tergantung seberapa baik kita memanfaatkannya sebagai alat untuk memasarkan produk makanan. Pelaku UMKM perlu memahami serta menerapkan berbagai upaya dalam menjalankan pemasaran digital secara efektif, agar dapat meningkatkan angka penjualan yang diharapkan.
UMKM dapat mengatasi kendala tradisional dan memperoleh keuntungan kompetitif yang lebih besar dalam industri makanan apabila menjalankan pemasaran digital secara tepat. Penting bagi pelaku UMKM untuk terus belajar, mengikuti tren teknologi dan beradaptasi dengan perubahan dalam lingkungan digital. Oleh karena itu , UMKM dapat mencapai peningkatan penjualan produk makanan yang signifikan dan memperluas bisnis mereka dalam era digital yang semakin berkembang .
Oleh: Marta Catur Wahyuni, Mahasiswa Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang
Daftar Pustaka
A. Pratama Marpaung, et all , “Strategi Peningkatan Kapasitas Usaha pada Umkm melalui Digital Marketing,” Proceding Seminar Nasional Kewirausahaan, vol. 2, no. 1, pp. 2021
Christina, et all (2019). Strategi Digital Marketing dalam Mempromosikan Produk. Manajemen dan Kewirausahaan: Trend Isu Pembangunan, 4(10) 58-66.
D. Sasongko, dkk, “Digital Marketing Sebagai Strategi Pemasaran UMKM Makaroni Bajak Laut Kabupaten Temanggung,” Jurnal Ilmiah Pangabdhi, vol. 6, no. 2, pp. 92–96, Oct. 2020
Fadhilah, Dian Azmi dan Tami Pratiwi. (2021). Strategi Pemasaran Produk UMKM melalui Penerapan Digital Marketing. Jurnal Ilmiah Manajemen, XII(1) 17-22
Nadya (2016) Peran Digital Marketing dalam Eksisten Bisnis Kuiner Seblak Murni. Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis, 1 (2), hal 133-143
Regina, (2020). Penerapan Strategi Online Marketing UMKM Pada Era Normal Baru
Risdiana. (2020). Analisis Strategi Digital Marketing Produk Industri Kreatif di Kecamatan Rajapolah, Tasikmalaya. Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, 20(1) 9-19.
Ruth Amryyanti, dkk 2013, Pengaruh Kualitas Layanan, Produk, dan Kewajaran Harga terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan Pada LnC Skin Care Singaraja, Jurnal Ekonomi Universitas Udayana.
Soetjipto, (2020). Ketahanan UMKM Jawa Timur Melintasi Pandemi COVID- 19. Yogyakarta: K-Media
Suhartanto, Dwi et all. 2019. “Loyalitas terhadap Layanan Pengiriman Makanan Online: Peran Kualitas Layanan Elektronik dan Kualitas Makanan.” Jurnal Penelitian Bisnis Jasa Makanan 22(1): 81–97
Wibowo, et all (2020). Menangkap Peluang di Revolusi Industri 4.0: E-Commerce, Digital Marketing, Prestige, dan Instant Online Buying. Jurnal Dinamika Manajemen, 11(2) 198-206.
Wibowo.(2020). Pelatihan dan Pendampingan Pemasaran UMKM berbasis Digital di Desa Cisaat. Jurnal Pengambian Masyarakat. Vol 2 No 1



Kirim Tulisan Lewat Sini